Showing posts with label Sekolah. Show all posts
Showing posts with label Sekolah. Show all posts

FRUIT BASKET: Manis Pahit Tulusnya Persahabatan

Tohru Honda, seorang gadis SMA yang hidup seorang diri sepeninggal wafat ibunya. Awalnya Tohru hendak tinggal bersama kakeknya, tetapi karena rumah kakeknya tengah direnovasi dan sang kakek menumpang tinggal bersama anak dan menantunya, Tohru pun memilih untuk tinggal sendiri, mandiri, tanpa membebani orang lain.

Mengulang Kenangan: SMP

Berawal dari rencana mengadakan kopdar kecil-kecilan bersama teman-teman alumni SMP angkatan 2001, kami berniat untuk kumpul di rumah salah seorang teman yang letaknya sekitaran Bandara Andir. Rumahnya Ableh. Awalnya ada rasa was-was karena saya sendiri (juga teman) ragu apakah rumahnya bisa cukup untuk menampung mereka yang hadir kopdar. Intinya, ada rasa pesimis yang menyelimuti batin. Hingga akhirnya 1 hari sebelum hari H (Sabtu), dapat kabar bahwa acara kopdarnya diundur dan dijadwal ulang.

Sebegitu Mudahnyakah Menyintai?

Saya adalah seseorang yang gemar bepergian dengan menggunakan kendaraan umum, terutama angkot atau bus. Sebagai penunggang setia kendaraan umum, saya tahu bagaimana saja kebanyakan kendaraan di kota. Mulai dari tingkahnya saat jalan, ngetem, hingga jam-jam angkot atau bus dipenuhi penumpang. Salah satu waktu yang paling biasa dipadati oleh penumpang adalah pagi, tengah siang, dan sore. Jelas saja ramai, itu karena pagi-pagi adalah jamnya orang-orang berangkat kerja atau sekolah, sedangkan siang adalah jamnya anak-anak selesai sekolah atau hendak masuk sekolah, dan sore adalah jam pulang sekolah dan kerja.

Fithrahnya Pemimpin Adalah Melayani

Saat dulu kita sekolah, siapakah pemimpin di kelas? Mudahnya kita jawab saja Ketua Kelas atau Ketua Murid, yang sering kita singkat sebutannya sebagai KM. Sekalian plus Wakil KM, supaya bila KM berhalangan hadir ada Wakil KM yang bisa menggantikan perannya.

Bersilaturahim dengan Mas Nur

Nashrul Amri, ternyata itulah nama asli dan lengkapnya. Saya baru saja mengetahui nama aslinya justru setelah lama lulus dari SMP, tempat beliau bekerja sebagai penjaga sekolah. Dulu, saya mengetahui namanya dari guru-guru yang memanggilnya. "Mas Nur" begitulah beliau biasa dipanggil. Karena panggilan itu pula saya mengira namanya adalah Nurdin, Syahnur, atau apapun itu yang ada tiga huruf (N-U-R) berjejer secara berurutan.