Suatu hari, ada seorang wanita berusia cukup tua yang datang meminta saya untuk mengajarinya mengaji. Beliau bercerita tentang kelompok mengaji sebelumnya, yang disebut-sebut tidak membuatnya betah. "Cara berbahasa pengajarnya tak enak. Niatnya benar, tapi caranya ngomongnya bikin kesal." Begitu kata beliau. Atas alasan itulah beliau ingin mendapatkan guru mengaji yang baru. Guru mengaji yang cara mengajarnya lebih enak, dan bisa diterima oleh wanita usia bijak.
Showing posts with label Teladan. Show all posts
Showing posts with label Teladan. Show all posts
Posted by Adit Purana on February 12, 2015 with 10 comments
Di salah satu sudut perempatan, berdirilah sebuah rumah sederhana yang teduh. Teduh karena pepohonan yang rindang di sampingnya, pun karena penghuninya yang ramah dan bersahaja. Bila mentari sedang berada di puncak langit, terkadang pohon Flamboyan yang tegak di samping garasinya menjadi tempat berteduh bagi pengendara motor yang rehat sejenak.
Posted by Adit Purana on December 17, 2013 with 2 comments
Suatu siang, cuaca yang agak mendung, dan jam kuliah yang baru selesai. Jarum pendek pada jam dinding menunjukkan pukul 11, sedangkan jarum panjangnya hampir berpapasan dengan angka 2. Ada jeda yang cukup untuk rehat, bermunajat kepada-Nya, dan mengisi perut, sebelum tepat pukul 13.00 kami kembali punya kewajiban di kelas.
Posted by Adit Purana on October 08, 2013 with No comments
Seingat saya, namanya Nisa. Itu pun sebagaimana saya mendengar bagaimana dia dipanggil oleh teman-temannya. Ups! mungkin lebih tepat bila saya menyebutnya beliau, karena memang Mbak Nisa adalah kakak kelas saya di SMA. Dan tentunya, bukan karena sekedar beliau adalah kakak kelas, melainkan karena saya merasa ada sebuah sisi di mana Mbak yang satu ini sangat pantas untuk saya hormati.
Posted by Adit Purana on September 09, 2013 with No comments
Suatu ketika, DKM kami mengundang seorang pemateri untuk sebuah acara pengajian umum. Sebagaimana biasanya, pemuda selalu mendapat bagian menggarap hal-hal teknis pelaksanaan. Mulai dari membuat undangan kepada warga, menyebar undangan, menjadi perangkat acara, hingga menyambut kedatangan penceramah.
Posted by Adit Purana on March 08, 2013 with No comments
Selepas maghrib, saya melihatnya sedang menunaikan shalat rawatib.
Sepintas tak ada yang tampak istimewa dari penampilannya, namun ada sesuatu
darinya yang menyita perhatian: keteguhan hati beliau. Menjelang malam itu pun,
saya terpana melihat sosok renta yang kokoh pendiriannya itu. Ya, rapuhnya
jasad tak meruntuhkan kokohnya pendirian beliau.
Subscribe to:
Posts (Atom)