Showing posts with label Teladan. Show all posts
Showing posts with label Teladan. Show all posts

Melawan Wajah Sendiri

Suatu hari, ada seorang wanita berusia cukup tua yang datang meminta saya untuk mengajarinya mengaji. Beliau bercerita tentang kelompok mengaji sebelumnya, yang disebut-sebut tidak membuatnya betah. "Cara berbahasa pengajarnya tak enak. Niatnya benar, tapi caranya ngomongnya bikin kesal." Begitu kata beliau. Atas alasan itulah beliau ingin mendapatkan guru mengaji yang baru. Guru mengaji yang cara mengajarnya lebih enak, dan bisa diterima oleh wanita usia bijak.

Kakek, Relawan Kebersihan

Di salah satu sudut perempatan, berdirilah sebuah rumah sederhana yang teduh. Teduh karena pepohonan yang rindang di sampingnya, pun karena penghuninya yang ramah dan bersahaja. Bila mentari sedang berada di puncak langit, terkadang pohon Flamboyan yang tegak di samping garasinya menjadi tempat berteduh bagi pengendara motor yang rehat sejenak.

Manis dalam Kata, Pahit dalam Amal

Suatu siang, cuaca yang agak mendung, dan jam kuliah yang baru selesai. Jarum pendek pada jam dinding menunjukkan pukul 11, sedangkan jarum panjangnya hampir berpapasan dengan angka 2. Ada jeda yang cukup untuk rehat, bermunajat kepada-Nya, dan mengisi perut, sebelum tepat pukul 13.00 kami kembali punya kewajiban di kelas.

Sesuci Hati Mbak Nisa

Seingat saya, namanya Nisa. Itu pun sebagaimana saya mendengar bagaimana dia dipanggil oleh teman-temannya. Ups! mungkin lebih tepat bila saya menyebutnya beliau, karena memang Mbak Nisa adalah kakak kelas saya di SMA. Dan tentunya, bukan karena sekedar beliau adalah kakak kelas, melainkan karena saya merasa ada sebuah sisi di mana Mbak yang satu ini sangat pantas untuk saya hormati.

Memberi Contoh, Bukan Sekedar Ceramah

Suatu ketika, DKM kami mengundang seorang pemateri untuk sebuah acara pengajian umum. Sebagaimana biasanya, pemuda selalu mendapat bagian menggarap hal-hal teknis pelaksanaan. Mulai dari membuat undangan kepada warga, menyebar undangan, menjadi perangkat acara, hingga menyambut kedatangan penceramah.

Keteguhan Hati Seorang Kakek Renta


Selepas maghrib, saya melihatnya sedang menunaikan shalat rawatib. Sepintas tak ada yang tampak istimewa dari penampilannya, namun ada sesuatu darinya yang menyita perhatian: keteguhan hati beliau. Menjelang malam itu pun, saya terpana melihat sosok renta yang kokoh pendiriannya itu. Ya, rapuhnya jasad tak meruntuhkan kokohnya pendirian beliau.