Pahlawan Tak Dikenal

Senja yang amat mendung. Hari ini kota Bandung diguyur hujan deras. Sudah bukan rahasia lagi, kalau di beberapa ruas jalan mengalami banjir gara-gara selokannya disesaki sampah-sampah yang terbawa hanyut, lalu nyangkut dan menumpuk di sudut tertentu. Jalur air selokan yang semestinya lancar pun terganggu tumpukan sampah, dan akhirnya meluber ke jalan.

Menyesal Karena Keputusan

Ada seorang anak laki-laki, sebutlah namanya Dani. Seperti anak laki-laki pada umumnya, Dani pun susah diatur, dan bandel. Di rumah, di sekolah, juga di tempat lainnya. Suatu hari, karena bandelnya ini ada sebuah ‘insiden kecil’, dan insiden tersebut membuat sang ibu marah.

Itu Memang Pilihan Hidup, Pak

Tahun 2000 silam, masa-masa muda yang penuh semangat dan keinginan. Hari yang begitu cerah di sebuah daerah Pajajaran, Bandung. Sebuah sekolah sedang ramai-ramainya karena ini jamnya bubar, alias usai pelajaran.

Cerita SMS Nyasar

Sebuah siang di daerah Gerlong, saya masih beristirahat usai futsal. Dengan meneguk segelas es teh, saya mencoba tuk melepas dahaga. Secara tiba-tiba saja ponsel saya berdering, ada sebuah SMS yang masuk. Isinya di luar dugaan.

X: Aslm, Ayah.. lagi apa Yang? Udah bangun kan?? Atau jangan-jangan Ayang kerja hari ini...

Tak PeDe

Tak Pede. Kalau diingat-ingat, nampaknya selama ini saya hampir selalu tak pede saat menghadapi masalah yang terbilang berat. Tentunya berat menurut pendapat saya pribadi (subjektif).

Merayakan Pergantian Hari

Seseorang bertanya, “Kang, apa resolusi Akang buat tahun baru ini?” Sebuah pertanyaan singkat yang sebenarnya saya sendiri tak tahu jawabannya. Sejujurnya, sama sekali tak terpikirkan mengenai rencana tahunan. Saya hanyalah seseorang yang berpikir agak pragmatis. Untuk urusan yang satu ini, saya hanya berpikir untuk menjalani hidup dengan cara yang sederhana, yaitu menjalani hidup dari hari ke hari. Mengisi sebuah hari dengan aktivitas, begitu juga hari-hari yang lain, diisi dengan dengan aktivitas.

Menyesal Karena Keputusan Sendiri

Ada seorang anak laki-laki, sebutlah namanya Dani. Seperti anak laki-laki pada umumnya, Dani pun susah diatur, dan bandel. Di rumah, di sekolah, juga di tempat lainnya. Suatu hari, karena bandelnya ini ada sebuah ‘insiden kecil’, dan insiden tersebut membuat sang ibu marah.