Jum’at, pagi hari. Pagi ini saya berangkat untuk kuliah. Tapi setelah beberapa saat di kelas, seorang staf jurusan memberi kabar bahwa dosennya ada rapat fakultas. Maklum lah, dosen yang sekarang harusnya mengajar ini adalah pembantu dekan. Apa boleh buat, akhirnya saya memutuskan untuk beranjak dari kampus, karena memang hari ini tidak ada lagi jadwal kuliah.
Posted by Adit Purana on January 15, 2012 with No comments
Pak Husin. Sebutlah panggilannya demikian. Sebagaimana kebanyakan ustadz lainnya, pekerjaannya sehari-hari adalah mengajar, mengajar, dan mengajar. Pergi ke sana ke mari, dari masjid ke masjid, dari majelis ke majelis untuk berbagi ilmu pada masyarakat. Kira-kira begitulah orang mengenalnya sebagai ustadz ‘keliling’, alias ustadz yang pekerjaannya keliling tempat untuk mengajar.
Posted by Adit Purana on January 01, 2012 with No comments
“Dit, nggak ke masjid?”
Begitulah tanya ibu yang seketika itu pula mengejutkan saya. Terkejut? Tentu saja iya, karena saya tak pernah menduga ibu akan bertanya seperti itu. Bila maghrib atau isya saya ada di masjid, ibu selalu SMS, bahkan menelfon menanyakan keberadaan saya. Tapi dibalik menanyakan keberadaan itu, maksud sebenarnya adalah meminta saya untuk segera pulang. Rasanya aneh. Bila saya getol ke masjid, ibu tak jarang meminta saya untuk pulang. Namun bila saya ngebela-belain untuk maghrib, ashar, atau shubuh di rumah, ibu malah bertanya “Kenapa sekarang mah nggak ke masjid lagi?”
Begitulah tanya ibu yang seketika itu pula mengejutkan saya. Terkejut? Tentu saja iya, karena saya tak pernah menduga ibu akan bertanya seperti itu. Bila maghrib atau isya saya ada di masjid, ibu selalu SMS, bahkan menelfon menanyakan keberadaan saya. Tapi dibalik menanyakan keberadaan itu, maksud sebenarnya adalah meminta saya untuk segera pulang. Rasanya aneh. Bila saya getol ke masjid, ibu tak jarang meminta saya untuk pulang. Namun bila saya ngebela-belain untuk maghrib, ashar, atau shubuh di rumah, ibu malah bertanya “Kenapa sekarang mah nggak ke masjid lagi?”
Posted by Adit Purana on December 22, 2011 with No comments
Pak Astim, begitulah kami sebagai warga biasa memanggilnya. Dia adalah salah seorang warga di RW kami yang berprofesi sebagai akademisi. Saat ini beliau telah menjadi seorang Profesor di sebuah perguruan tinggi yang ada di Bandung. Tentunya hal ini adalah kabar gembira bagi kami yang tinggal se-RW dengan beliau. Demikian pula dengan istrinya yang juga seorang akademisi di kampus yang sama dengan beliau.
Posted by Adit Purana on November 23, 2011 with 1 comment
Ada seorang salesman, namanya Agus. Kabarnya, dia adalah seorang pemuda yang baru saja bekerja menjadi salesman panci. Bisa dibilang, dia adalah seorang salesman pemula. Orangnya sederhana. Dia pun bukan orang yang begitu mengerti agama. Tampangnya pun tak ganteng. Dia juga tak pinter-pinter amat. Lagipula, kalau pinter, dia tidak akan memilih untuk bekerja sebagai salesman.
Posted by Adit Purana on November 23, 2011 with 3 comments
Oleh-oleh apa yang biasa dibawa bapak saat pulang dinas dari luar kota? Rasa-rasanya tak ada yang ragu untuk mengatakan beberapa bungkus teh. Begitulah beliau, dari manapun pulang dinas, sebanyak dan beragam apapun oleh-oleh yang dibawa, selalu saja ada beberapa bungkus teh. Maka tak aneh apabila di lemari dapur selalu tersedia beberapa bungkus teh. Terutama teh hitam, kesukaannya.
Posted by Adit Purana on November 23, 2011 with No comments
Pramuka. Itu adalah organisasi yang menjadi pilihan saya saat masih SMP. Mendaftarkan diri semenjak pertengahan kelas 1, hingga akhirnya lulus SMP tahun 2001 silam. Ada banyak hal yang membuat saya terkesan selama aktif di Pramuka ini. Belajar berorganisasi, persahabatan, dan memiliki kakak-kakak yang baik. Bisa dibilang, inilah organisasi yang membuat saya paling banyak belajar. Saya berani bilang bahwa kalau hingga saat ini saya terbiasa untuk berorganisasi, itu adalah karena saya pernah aktif berorganisasi saat masih SMP.
Subscribe to:
Posts (Atom)