Asmara...
Mungkinkah kau sampaikan padanya
Walau hatiku penuh derita,
aku masih selalu cinta.
(Asmara, Novia Kolopaking)
Lama sekali tidak mendengar tembang-tembang lawas. Sabtu (25/8/2012) kemarin saat numpang bus Bhinneka arah Cirebon ternyata kedua telinga ini berkesempatan untuk mendengar dendang-dendang tahun 80 dan 90-an. Ngaku lah, ada kesan tersendiri saat menaiki bus ini sambil menikmati alunan syair dan nada dari para penyanyi era keemasan Broery, Dewi Yull, Yuni Shara, Novia Kolopaking, Paramita Rusady, dan Desi Ratnasari. Selain terasa kembali ke beberapa dekade silam, teringat momen-momen yang telah lalu, juga karena memang saya yang menyukai tembang-tembang lawas. Semisal Asmara yang didawaikan oleh Mbak Novia. Sono pisan ka eta lagu.
Mungkinkah kau sampaikan padanya
Walau hatiku penuh derita,
aku masih selalu cinta.
(Asmara, Novia Kolopaking)
Lama sekali tidak mendengar tembang-tembang lawas. Sabtu (25/8/2012) kemarin saat numpang bus Bhinneka arah Cirebon ternyata kedua telinga ini berkesempatan untuk mendengar dendang-dendang tahun 80 dan 90-an. Ngaku lah, ada kesan tersendiri saat menaiki bus ini sambil menikmati alunan syair dan nada dari para penyanyi era keemasan Broery, Dewi Yull, Yuni Shara, Novia Kolopaking, Paramita Rusady, dan Desi Ratnasari. Selain terasa kembali ke beberapa dekade silam, teringat momen-momen yang telah lalu, juga karena memang saya yang menyukai tembang-tembang lawas. Semisal Asmara yang didawaikan oleh Mbak Novia. Sono pisan ka eta lagu.

