Beberapa hari yang lalu, ada seorang 'kawan maya' yang unfriend di facebook. Awalnya karena dia kesal saya telah meledeknya, hingga akhirnya dia mengancam akan unfriend bila ngetawain. Saya bilang "Silahkan. Kamu yang add friend, kamu yang unfriend", dan benar saja dia meng-unfriend saya. Saya sih merasa cuek saja, karena merasa tidak dirugikan juga tidak diuntungkan. Sebenarnya, dia tidak bisa sepenuhnya dikatakan 'kawan maya'. Akhir 2012 kemarin dia memperkenalkan diri di facebook sebagai kakak iparnya teman saya waktu kuliah di UPI. Jadi sebenarnya, pertemanan kami adalah di dunia nyata, yang sayangnya hingga saat ini belum pernah bertemu.
Posted by Adit Purana on April 24, 2013 with 4 comments
26 tahun (hitungan kalender masehi) sudah saya merasakan hidup ini. Selama 26 tahun itu pula saya melewati banyak pengalaman bertemu dan melihat orang-orang dengan beragam watak dan sifatnya. Ada yang masih membekas di benak hingga beberapa diantaranya terngiang-ngiang di pikiran, ada pula yang sudah terbenam bahkan terlupakan. Yang terlupakan seperti tingkah-tingkah saya selama balita, dan yang terngiang-ngiang seperti pengalaman berorganisasi jaman sekolah hingga kuliah. Tentang pengalaman hidup yang masih saja terngiang-ngiang, salah satunya adalah tentang keironisan yang membuat saya bertanya-tanya "Kenapa?". Ya, saya sebut ironis karena bertemu dengan 2 tindakan berbeda mengenai 1 idealisme.
Posted by Adit Purana on April 10, 2013 with No comments
Bagi para librarian, book lovers, dan book hunters, buku adalah harta karun yang sangat berharga, sampai ada semacam SOP dalam memperlakukan buku. Bagi beberapa orang, mungkin beberapa hal yang dilakukan terkesan gila dan lebay, namun begitulah cara yang mereka menghargai buku. Bila benar buku adalah gudangnya ilmu, maka penghargaan masyarakat terhadap ilmu dapat dilihat dari bagaimana mereka menghargai buku. Kita bisa melihat seperti apa perpustakaannya.
Posted by Adit Purana on March 08, 2013 with No comments
Selepas maghrib, saya melihatnya sedang menunaikan shalat rawatib.
Sepintas tak ada yang tampak istimewa dari penampilannya, namun ada sesuatu
darinya yang menyita perhatian: keteguhan hati beliau. Menjelang malam itu pun,
saya terpana melihat sosok renta yang kokoh pendiriannya itu. Ya, rapuhnya
jasad tak meruntuhkan kokohnya pendirian beliau.
Posted by Adit Purana on March 02, 2013 with No comments
Sebuah akhir pekan, malam, dan kemacetan.
Jam 8 malam saya masih dalam perjalanan pulang dari kawasan Rancabadak. Ini
memang malam Sabtu, namun bagi kebanyakan orang malam ini sudah termasuk akhir
pekan. Siang yang begitu terik menyengat kami yang jam 12 menyinggahi masjid
untuk shalat Jum'at, dilanjutkan dengan guyuran hujan sekitar jam setengah
tiga, disambung oleh kemacetan di beberapa ruas jalan. Siangnya kepanasan, agak
sore kehujanan, dan pulang membawa kepenatan.
Posted by Adit Purana on February 26, 2013 with No comments
Bisa menginjakkan kaki di tanah suci adalah sebuah impian bagi kami para muslim. Terlebih lagi bila menapakkan kaki sebagai jama'ah haji di bulan Dzulhijjah. Keinginan itu sempat saya ucapkan saat masih kecil kelas 3 SD, tahun 1995. Masih teringat jelas, salah satu foto yang dipajang di sebuah ruangan adalah foto ka'bah yang sedang dikelilingi para pentawaf. Ketika itu, saya sempat memandangi foto tersebut, dan berandai-andai menjadi bagian dari pusaran manusia yang arahnya berlawanan jarum jam itu. Cukup larut membayangkan, hingga keharuan menyelimuti batin dan membasahi mata.
Posted by Adit Purana on February 18, 2013 with No comments
Sebuah siang bolong. Perkuliahan di hari ini selesai jam 10-an. Masih banyak waktu luang untuk hari ini. Berhubung tak ada agenda apa-apa dengan teman kuliah, saya pun akhirnya memilih untuk mampir ke sekre. Istirahat sejenak, ngobrol dengan teman seorganisasi, atau apa lah. Seperti biasanya, kisaran pagi hingga jam 2 ruangan-ruangan sekretariat hampir selalu sepi. Biasanya hanya ada beberapa orang yang mengisi dan berlalu-lalang di dalamnya. Memang demikian adanya. Pagi hingga menjelang ashar biasanya digunakan untuk kepentingan perkuliahan. Bilamana bukan ada jadwal kuliah, umumnya diagendakan untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah. Siang menjelang ashar, menjadi permulaan waktu luang di luar kepentingan perkuliahan. Ada yang melanjutkannya untuk nongkrong, main, istirahat, mengaji, aktivitas organisasi, dan lain-lain. Intinya, ada jam tertentu yang menjadi momen di mana orang-orang punya waktu luang.
Subscribe to:
Posts (Atom)