Ke Tanah Suci #2: Madinah

Sadar tak ada pemandangan yang bernilai pariwisata, para penumpang pun memilih tidur setelah melaksanakan shalat isya di dalam bus. Saya juga tidur, karena merasa bosan. Lumayan untuk menepis kejenuhan, cukup untuk menghemat energi persiapan shalat di masjid Nabawi. Mesti begitu, karena menurut kabar, kita harus menyiapkan diri sebelum adzan shubuh sekitar 1 jam.

Ngebul di Warung

Suatu siang di daerah Dago seputaran Bangbayang. Tanpa tersadar, ternyata perut saya sudah waktunya diisi. Kosong terasa. Seperti nasehatnya Muhammad (saw.), makanlah sebelum lapar dan berhentilah sebelum kenyang. Jadi sebelum perut terasa panas karena gesekan lambung dan asamnya (HCl) bertambah, segeralah makan. Mumpung isi perut belum beraksi, jadi cari makan saja.

Cyber Friends

Beberapa hari yang lalu, ada seorang 'kawan maya' yang unfriend di facebook. Awalnya karena dia kesal saya telah meledeknya, hingga akhirnya dia mengancam akan unfriend bila ngetawain. Saya bilang "Silahkan. Kamu yang add friend, kamu yang unfriend", dan benar saja dia meng-unfriend saya. Saya sih merasa cuek saja, karena merasa tidak dirugikan juga tidak diuntungkan. Sebenarnya, dia tidak bisa sepenuhnya dikatakan 'kawan maya'. Akhir 2012 kemarin dia memperkenalkan diri di facebook sebagai kakak iparnya teman saya waktu kuliah di UPI. Jadi sebenarnya, pertemanan kami adalah di dunia nyata, yang sayangnya hingga saat ini belum pernah bertemu.

Keironisan

26 tahun (hitungan kalender masehi) sudah saya merasakan hidup ini. Selama 26 tahun itu pula saya melewati banyak pengalaman bertemu dan melihat orang-orang dengan beragam watak dan sifatnya. Ada yang masih membekas di benak hingga beberapa diantaranya terngiang-ngiang di pikiran, ada pula yang sudah terbenam bahkan terlupakan. Yang terlupakan seperti tingkah-tingkah saya selama balita, dan yang terngiang-ngiang seperti pengalaman berorganisasi jaman sekolah hingga kuliah. Tentang pengalaman hidup yang masih saja terngiang-ngiang, salah satunya adalah tentang keironisan yang membuat saya bertanya-tanya "Kenapa?". Ya, saya sebut ironis karena bertemu dengan 2 tindakan berbeda mengenai 1 idealisme.

Kiat-Kiat Merawat Buku


Bagi para librarian, book lovers, dan book hunters, buku adalah harta karun yang sangat berharga, sampai ada semacam SOP dalam memperlakukan buku. Bagi beberapa orang, mungkin beberapa hal yang dilakukan terkesan gila dan lebay, namun begitulah cara yang mereka menghargai buku. Bila benar buku adalah gudangnya ilmu, maka penghargaan masyarakat terhadap ilmu dapat dilihat dari bagaimana mereka menghargai buku. Kita bisa melihat seperti apa perpustakaannya.

Keteguhan Hati Seorang Kakek Renta


Selepas maghrib, saya melihatnya sedang menunaikan shalat rawatib. Sepintas tak ada yang tampak istimewa dari penampilannya, namun ada sesuatu darinya yang menyita perhatian: keteguhan hati beliau. Menjelang malam itu pun, saya terpana melihat sosok renta yang kokoh pendiriannya itu. Ya, rapuhnya jasad tak meruntuhkan kokohnya pendirian beliau.

Semangkuk Bubur Kacang, Catatan, dan Hidup


Sebuah akhir pekan, malam, dan kemacetan. Jam 8 malam saya masih dalam perjalanan pulang dari kawasan Rancabadak. Ini memang malam Sabtu, namun bagi kebanyakan orang malam ini sudah termasuk akhir pekan. Siang yang begitu terik menyengat kami yang jam 12 menyinggahi masjid untuk shalat Jum'at, dilanjutkan dengan guyuran hujan sekitar jam setengah tiga, disambung oleh kemacetan di beberapa ruas jalan. Siangnya kepanasan, agak sore kehujanan, dan pulang membawa kepenatan.