Menanyakan Kebahagiaan

"Lama kita nggak ketemu. Gimana kabar?"
"Baik. Iya, udah lama banget. Kamu gimana?"
"Kayak yang kamu lihat sekarang."
"Kayaknya kamu bahagia dengan kehidupanmu yang sekarang."
"Hmm.."

Memberi Contoh, Bukan Sekedar Ceramah

Suatu ketika, DKM kami mengundang seorang pemateri untuk sebuah acara pengajian umum. Sebagaimana biasanya, pemuda selalu mendapat bagian menggarap hal-hal teknis pelaksanaan. Mulai dari membuat undangan kepada warga, menyebar undangan, menjadi perangkat acara, hingga menyambut kedatangan penceramah.

Kebaikan itu Sungguh Sederhana

Bukan untuk yang pertama kali. Bahkan untuk yang kesekian kalinya saya menyaksikan seseorang bilang "A standar, A!" (dalam bahasa Indonesia: Kak standar, Kak!) ketika ada motor yang lewat dengan keadaan standar* masih tersanggah. Mumpung pengendara motor belum mengalami kecelakaan akibat lupa memposisikan standar motornya, segera saja diingatkan. Semoga saja si pengendara sadar akan keadaan standar motornya, lalu memposisikan, dan terhindar dari kecelakaan.

Jangan Terlalu Cepat Menyimpulkan!

Sebuah obrolan antara 2 orang...

Keur usaha neangan jodo, yeuh!”
Ceuk urang mah, mun can waktuna nya moal jadi we.”
Eh, da kudu aya usahana atuh nu kitu ge! Lain ngan ukur cicing wae.”
Urang teh geus 9 kali kandas, lain tanpa ngusaha. Matak wani ngomong kitu.”
“Wah... Aslina?”

Menghidupkan Hidup

Tersadar saat memperhatikan tingkah beberapa teman yang bisa secara tiba-tiba jadi ceria, ekspresif, dan maceuh. Rasanya ada kesan yang lain saat melihat mereka tiba-tiba begitu. Yang asalnya murung menjadi ceria, yang asalnya pasif menjadi aktif, yang pendiam menjadi maceuh, dan yang datar-datar menjadi ekspresif. Saat-saat begitu, rasanya kehidupan mereka menjadi lebih berdenyut.

Hati Ramah di Balik Wajah Sangar

Saya mulai mengenalnya di tahun 2010, dari putra pertamanya yang belajar mengaji pada saya. Awalnya saya sekedar mengenal sosok Pratama, putra pertamanya sebagai remaja SMP yang ikut aktif meramaikan kegiatan-kegiatan di masjid. Saya tidak begitu ingat secara pasti kapan Pratama ikut nimbrung aktif di kegiatan remaja masjid. Mungkin sekitar 2 tahunan sebelum dia meminta saya jadi guru ngajinya.

Fithrahnya Pemimpin Adalah Melayani

Saat dulu kita sekolah, siapakah pemimpin di kelas? Mudahnya kita jawab saja Ketua Kelas atau Ketua Murid, yang sering kita singkat sebutannya sebagai KM. Sekalian plus Wakil KM, supaya bila KM berhalangan hadir ada Wakil KM yang bisa menggantikan perannya.