Dinamisnya Hidup

Semenjak pertama kuliah, di tahun 2004, saya sudah meniatkan diri untuk kuliah sambil mencari penghasilan. Tidak mengapa meski serabutan. Kadang ada, kadang sepi. Kira-kira begitulah hidup saya sebagai mahasiswa kumel yang berkutat dengan beberapa macam orderan demi mencari penghasilan. Kalau lagi ada orderan, berarti ada pemasukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sebagai mahasiswa. Kalau lagi sepi, ya paksakan saja untuk berpuasa.

FRUIT BASKET: Manis Pahit Tulusnya Persahabatan

Tohru Honda, seorang gadis SMA yang hidup seorang diri sepeninggal wafat ibunya. Awalnya Tohru hendak tinggal bersama kakeknya, tetapi karena rumah kakeknya tengah direnovasi dan sang kakek menumpang tinggal bersama anak dan menantunya, Tohru pun memilih untuk tinggal sendiri, mandiri, tanpa membebani orang lain.

Sesuci Hati Mbak Nisa

Seingat saya, namanya Nisa. Itu pun sebagaimana saya mendengar bagaimana dia dipanggil oleh teman-temannya. Ups! mungkin lebih tepat bila saya menyebutnya beliau, karena memang Mbak Nisa adalah kakak kelas saya di SMA. Dan tentunya, bukan karena sekedar beliau adalah kakak kelas, melainkan karena saya merasa ada sebuah sisi di mana Mbak yang satu ini sangat pantas untuk saya hormati.

Di Balik Ilmu yang Bermanfaat

Berawal dari April 2012, saya dikaruniai sebuah kesempatan untuk menapaki tanah suci di Jazirah 'Arab sana. Senang? Tentu saja, karena itu adalah salah satu impian saya saat masih kanak-kanak. Di mana saat masih sering ingusan itu saya suka memandangi foto Masjid al-Haram dengan begitu lekat hingga sampai menangis, saking inginnya. Belasan tahun berselang, impian itu dikabulkan. Alhamdulillah.

Mengulang Kenangan: SMP

Berawal dari rencana mengadakan kopdar kecil-kecilan bersama teman-teman alumni SMP angkatan 2001, kami berniat untuk kumpul di rumah salah seorang teman yang letaknya sekitaran Bandara Andir. Rumahnya Ableh. Awalnya ada rasa was-was karena saya sendiri (juga teman) ragu apakah rumahnya bisa cukup untuk menampung mereka yang hadir kopdar. Intinya, ada rasa pesimis yang menyelimuti batin. Hingga akhirnya 1 hari sebelum hari H (Sabtu), dapat kabar bahwa acara kopdarnya diundur dan dijadwal ulang.

Ikut Susah Gara-Gara Dekat

2007 silam, saya terpilih untuk menahkodai P3R (Panitia Pelaksana Program Ramadhan) di sebuah masjid. Alhasil, selama Ramadhan di tahun itu pun saya menjadi orang yang sangat sibuk dengan agenda-agenda keorganisasian. Pun dengan isi pikiran, tidak jauh dari program kerja dan rapat-rapat kordinasi. Daek teu daek lah eta mah.

Sebegitu Mudahnyakah Menyintai?

Saya adalah seseorang yang gemar bepergian dengan menggunakan kendaraan umum, terutama angkot atau bus. Sebagai penunggang setia kendaraan umum, saya tahu bagaimana saja kebanyakan kendaraan di kota. Mulai dari tingkahnya saat jalan, ngetem, hingga jam-jam angkot atau bus dipenuhi penumpang. Salah satu waktu yang paling biasa dipadati oleh penumpang adalah pagi, tengah siang, dan sore. Jelas saja ramai, itu karena pagi-pagi adalah jamnya orang-orang berangkat kerja atau sekolah, sedangkan siang adalah jamnya anak-anak selesai sekolah atau hendak masuk sekolah, dan sore adalah jam pulang sekolah dan kerja.