Ke Tanah Suci #8: Tur Sekitar Mekkah

Menurut agenda, ada tiga tujuan tur selama kami di Mekkah, yaitu: Arafah, Mina, dan Jabal Rahmah. Arafah dan Mina adalah dua tempat khusus yang menjadi bagian dari serangkaian ibadah haji, sehingga tiap tur umrah biasanya mengagendakan untuk ke sana. Sambil berjalan-jalan, sekalian mempersiapkan peserta yang hendak meniatkan diri untuk mendaftar haji.

Ke Tanah Suci #7: Mekkah

Bagi saya, dilihat dari penataan kotanya, Madinah dan Mekkah memiliki satu kesamaan, yaitu sama-sama cukup ramah untuk pejalan kaki. Bisa jadi karena desain penataan kotanya demikian, atau bisa pula karena rekomendasi dari ulama yang berpendapat bahwa berjalan kaki menuju masjid dapat menambah pahala dan menghapus dosa. Ini hanya asumsi.

Untuk Kalian Juga #2

Salah satu aktivitas saya saat dulu kuliah S-1 adalah intensif belajar membaca al-Quran. Karena apa? Jujur saja, karena kemampuan membaca al-Quran saya masih rendah, terutama dalam hal kaidah bacaan dan bunyi (huruf). Jadi salah satu pekerjaan pribadi saya saat itu adalah memperbaiki kualitas bacaan Quran.

Untuk Kalian Juga

Selepas shalat maghrib, seorang kawan mengajak makan bersama. Saya mengiyakan saja, karena toh memang belum makan. Beberapa kawan yang lain pun sepertinya belum makan. Mau makan di mana? Biasanya yang menentukan adalah yang mengajak. "Di lapak seafood yang di sono aja yuk!" Katanya sambil menunjuk ke sebuah arah. Saya mengiyakan, sedangkan beberapa kawan yang lain ngikut-ngikut saja. Akhirnya, kami berdelapan jalan kaki menuju tempat yang dimaksud.

Mama yang Ngajarin

"Ari maneh ka mana wae, Jang? Tuh tingali anakna Bu Dedeh mah aya wae mun warga keur pakepuk teh." Maksudnya: kamu ke mana saja? lihat tuh anaknya Bu Dedeh selalu ada saat orang lain sedang membutuhkan (bantuan). Saya tidak banyak tingkah saat memperhatikan seorang satpam menegur salah seorang pemuda di RW-nya.

Mengalirkan Kebaikan

Pagi yang berkabut, hawa dingin masih tersisa. Sekitar pukul tujuh, saya berangkat menuju kampus. Dengan menggendong tas ransel yang berisikan berkas-berkas pekerjaan, saya berjalan kaki menuju sebuah jalan besar yang menjadi rute angkot. Mumpung belum jauh dari rumah, biasanya saya mengingat-ingat kembali perlengkapan dan barang-barang yang perlu di-packing. Mengecek ulang, apakah ada yang tertinggal atau tidak. Seperti  berkas, buku, kunci rumah, flash disk, atau kopi sachet.

Menangisi Kehilangan

Sebagai pemuda yang aktif di masjid dekat rumah, salah satu aktivitas yang cukup familiar adalah mengurus jenazah. Begitu terdengar kabar bahwa ada salah seorang warga yang meninggal, kami langsung mencari tahu siapa dan di mana kediamannya, kemudian segera mendatangi kediamannya untuk mempersiapkan segala keperluan pengurusan jenazah. Mulai dari menyiapkan area pemandian, air, papan pemandian, dan tempat pengkafanan.