Akhir-akhir ini, memang beliau tidak sehat sepenuhnya. Sebelumnya, beliau telah dua kali dirawat di rumah sakit karena penyakit yang tak jelas itu apa. Saya sendiri berpikir bahwa ini mungkin sakit “lanjutan” dari penyakit jantung yang dulu pernah mendera beliau 1998 silam.
Posted by Adit Purana on June 30, 2011 with No comments
"Melelahkan, dan betapa penatnya."
Kira-kira begitulah yang bisa saya simpulkan dari beberapa pekan terakhir ini. Agenda yang benar-benar padat. Kuliah, mengerjakan tugas, dan menyiapkan acara tanggal 25 Juni nanti. Tak terpikir kalau akan sampai begini jadinya, hampir setiap hari pulang larut malam. Bahkan untuk urusan makan pun sampai lupa dan keteteran. Ujung-ujungnya, saya tepar. Mungkin badan ini kelelahan..
Posted by Adit Purana on June 13, 2011 with No comments
Sebuah obrolan malam, obrolan tentang hidup, obrolannya para lelaki. Pendek kata, beginilah hidup, ada masa-masa sulit, ada saatnya mudah. Ada saatnya suka, ada saatnya duka. Semua itu tinggal masalah waktu, dan bagaimana kita menjalaninya. Begitu, begitu, dan begitu.
Posted by Adit Purana on June 06, 2011 with No comments
Sore yang cerah, diwarnai lembayung yang merah melintasi cakrawala di sebuah sudut negeri. Sore yang mengakhiri siang, orang-orang berduyun-duyun pulang kerumah setelah seharian lepas mereka bekerja, sekolah, dan lain-lainnya.
Posted by Adit Purana on May 23, 2011 with No comments
Bertahun-tahun hidup di negeri ini, kita mungkin menyadari bahwa:
- Saat ini (2011), menteri sosial kita adalah lulusan fakultas syari’ah dari Timur Tengah, beliau pernah bekerja beberapa tahun untuk kedutaan besar RI di Arab. Sementara menteri agama kita saat ini adalah mantan menteri koperasi.
- Sosok yang dipilih untuk menjadi mendiknas periode kemarin adalah professor bidang ekonomi.
- Menteri kordinator perekonomian kita adalah insinyur, bukan pakar ekonomi.
Dan masih banyak hal lain yang serupa. Ibaratkan petani yang ahli cabe ditempatkan untuk menggarap sawah.
Posted by Adit Purana on April 22, 2011 with No comments
Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu lakukan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. (Q.S. ash-Shaff 2-3).
Awalnya saya tidak memahami apa maksud dari ayat ini. Utamanya, tentang mengapa ‘sindiran’ pada ayat ini ditujukan pada orang-orang yang beriman? Padahal biasanya ancaman atau sindiran semacam ini ditujukan pada orang-orang yang kafir, fasik, dzalim, dan sejenisnya. Sampai akhirnya -atas seizin-Nya- rentetan kejadian memberikan jawaban atas rasa penasaran saya ini.
Awalnya saya tidak memahami apa maksud dari ayat ini. Utamanya, tentang mengapa ‘sindiran’ pada ayat ini ditujukan pada orang-orang yang beriman? Padahal biasanya ancaman atau sindiran semacam ini ditujukan pada orang-orang yang kafir, fasik, dzalim, dan sejenisnya. Sampai akhirnya -atas seizin-Nya- rentetan kejadian memberikan jawaban atas rasa penasaran saya ini.
Posted by Adit Purana on March 28, 2011 with 3 comments
"Beda antara ngajar ikhwan dengan akhwat. Terutama yang akhwat, akhwat yang masih muda -di bawah 30 tahun- berbeda jauh dengan yang sudah berumur/ibu-ibu. Kalau akhwat yang masih muda, pada jaim. Nah, kalau yang ibu-ibu justru sebaliknya. Heureuy wae!" begitulah kata pengajar tahsin saat beliau menceritakan pengalamannya selama mengajar. Beliau memang banyak berbagi pengalaman seputar 'mengajar' pada kami. Maklum, beliau pernah bilang bahwa hampir semua peserta tahsin -terutama yang ikhwan- adalah orang-orang yang punya kepentingan buat ngajar.
Subscribe to:
Posts (Atom)