Beperapa Catatan Tentang Bapak

Hmm.. entah kenapa jadi kepikiran sosok beliau. Sosok yang telah pergi Oktober 2007 silam. Berikut ini beberapa catatan tentangnya..

~Bapak tak pernah pilih kasih. Namun dia punya pilihan tentang siapa anak yang paling dia percayai. Itulah anak yang paling dekat dengannya.

Dari Seorang Kakak tuk "Kakak" yang Baru

Teruntuk yang akan menjadi "kakak" bagi adik-adikku kelak. Mungkin ini hanya beberapa catatan kecil yang singkat, tapi semoga saja bermanfaat. Mungkin suatu saat nanti kalian akan menemukan hal-hal lain yang baru darinya.

~Dia terkadang suka terlihat aneh, lain dari biasanya. Saat dia begitu, tanyakanlah. “Kau kenapa?”. Itu bisa membuatnya merasa lebih tenang dan aman.

Pelajaran Terakhir dari Sang Ayah

Akhir-akhir ini, memang beliau tidak sehat sepenuhnya. Sebelumnya, beliau telah dua kali dirawat di rumah sakit karena penyakit yang tak jelas itu apa. Saya sendiri berpikir bahwa ini mungkin sakit “lanjutan” dari penyakit jantung yang dulu pernah mendera beliau 1998 silam.

Yang Lama untuk Yang Sesaat

"Melelahkan, dan betapa penatnya."

Kira-kira begitulah yang bisa saya simpulkan dari beberapa pekan terakhir ini. Agenda yang benar-benar padat. Kuliah, mengerjakan tugas, dan menyiapkan acara tanggal 25 Juni nanti. Tak terpikir kalau akan sampai begini jadinya, hampir setiap hari pulang larut malam. Bahkan untuk urusan makan pun sampai lupa dan keteteran. Ujung-ujungnya, saya tepar. Mungkin badan ini kelelahan..

Ada yang Berubah

Sebuah obrolan malam, obrolan tentang hidup, obrolannya para lelaki. Pendek kata, beginilah hidup, ada masa-masa sulit, ada saatnya mudah. Ada saatnya suka, ada saatnya duka. Semua itu tinggal masalah waktu, dan bagaimana kita menjalaninya. Begitu, begitu, dan begitu.

Sebuah Sore, Air, Seorang Bapak, dan Anaknya

Sore yang cerah, diwarnai lembayung yang merah melintasi cakrawala di sebuah sudut negeri. Sore yang mengakhiri siang, orang-orang berduyun-duyun pulang kerumah setelah seharian lepas mereka bekerja, sekolah, dan lain-lainnya.

Mencari Keadilan (2)

Bertahun-tahun hidup di negeri ini, kita mungkin menyadari bahwa:
  1. Saat ini (2011), menteri sosial kita adalah lulusan fakultas syari’ah dari Timur Tengah, beliau pernah bekerja beberapa tahun untuk kedutaan besar RI di Arab. Sementara menteri agama  kita saat ini adalah mantan menteri koperasi.
  2. Sosok yang dipilih untuk menjadi mendiknas periode kemarin adalah professor bidang ekonomi.
  3. Menteri kordinator perekonomian kita adalah insinyur, bukan pakar ekonomi.
Dan masih banyak hal lain yang serupa. Ibaratkan petani yang ahli cabe ditempatkan untuk menggarap sawah.