Ketika Orang Tua Belajar dari Anaknya

“Dit, nggak ke masjid?”
Begitulah tanya ibu yang seketika itu pula mengejutkan saya. Terkejut? Tentu saja iya, karena saya tak pernah menduga ibu akan bertanya seperti itu. Bila maghrib atau isya saya ada di masjid, ibu selalu SMS, bahkan menelfon menanyakan keberadaan saya. Tapi dibalik menanyakan keberadaan itu, maksud sebenarnya adalah meminta saya untuk segera pulang. Rasanya aneh. Bila saya getol ke masjid, ibu tak jarang meminta saya untuk pulang. Namun bila saya ngebela-belain untuk maghrib, ashar, atau shubuh di rumah, ibu malah bertanya “Kenapa sekarang mah nggak ke masjid lagi?”

Perjalanan Merangkul Seseorang

Pak Astim, begitulah kami sebagai warga biasa memanggilnya. Dia adalah salah seorang warga di RW kami yang berprofesi sebagai akademisi. Saat ini beliau telah menjadi seorang Profesor di sebuah perguruan tinggi yang ada di Bandung. Tentunya hal ini adalah kabar gembira bagi kami yang tinggal se-RW dengan beliau. Demikian pula dengan istrinya yang juga seorang akademisi di kampus yang sama dengan beliau.

Sederhana tapi Tidak Dilakukan

Ada seorang salesman, namanya Agus. Kabarnya, dia adalah seorang pemuda yang baru saja bekerja menjadi salesman panci. Bisa dibilang, dia adalah seorang salesman pemula. Orangnya sederhana. Dia pun bukan orang yang begitu mengerti agama. Tampangnya pun tak ganteng. Dia juga tak pinter-pinter amat. Lagipula, kalau pinter, dia tidak akan memilih untuk bekerja sebagai salesman.

Oleh-Oleh Khas Bapak

Oleh-oleh apa yang biasa dibawa bapak saat pulang dinas dari luar kota? Rasa-rasanya tak ada yang ragu untuk mengatakan beberapa bungkus teh. Begitulah beliau, dari manapun pulang dinas, sebanyak dan beragam apapun oleh-oleh yang dibawa, selalu saja ada beberapa bungkus teh. Maka tak aneh apabila di lemari dapur selalu tersedia beberapa bungkus teh. Terutama teh hitam, kesukaannya.

Jangan Lelah tuk Memberi

Pramuka. Itu adalah organisasi yang menjadi pilihan saya saat masih SMP. Mendaftarkan diri semenjak pertengahan kelas 1, hingga akhirnya lulus SMP tahun 2001 silam. Ada banyak hal yang membuat saya terkesan selama aktif di Pramuka ini. Belajar berorganisasi, persahabatan, dan memiliki kakak-kakak yang baik. Bisa dibilang, inilah organisasi yang membuat saya paling banyak belajar. Saya berani bilang bahwa kalau hingga saat ini saya terbiasa untuk berorganisasi, itu adalah karena saya pernah aktif berorganisasi saat masih SMP.

Beperapa Catatan Tentang Bapak

Hmm.. entah kenapa jadi kepikiran sosok beliau. Sosok yang telah pergi Oktober 2007 silam. Berikut ini beberapa catatan tentangnya..

~Bapak tak pernah pilih kasih. Namun dia punya pilihan tentang siapa anak yang paling dia percayai. Itulah anak yang paling dekat dengannya.

Dari Seorang Kakak tuk "Kakak" yang Baru

Teruntuk yang akan menjadi "kakak" bagi adik-adikku kelak. Mungkin ini hanya beberapa catatan kecil yang singkat, tapi semoga saja bermanfaat. Mungkin suatu saat nanti kalian akan menemukan hal-hal lain yang baru darinya.

~Dia terkadang suka terlihat aneh, lain dari biasanya. Saat dia begitu, tanyakanlah. “Kau kenapa?”. Itu bisa membuatnya merasa lebih tenang dan aman.