Di salah satu sudut perempatan, berdirilah sebuah rumah sederhana yang teduh. Teduh karena pepohonan yang rindang di sampingnya, pun karena penghuninya yang ramah dan bersahaja. Bila mentari sedang berada di puncak langit, terkadang pohon Flamboyan yang tegak di samping garasinya menjadi tempat berteduh bagi pengendara motor yang rehat sejenak.
Posted by Adit Purana on December 08, 2014 with No comments
Ada saat-saat saya merasa tidak enak ketika seseorang mengungkapkan rasa terima kasihnya pada saya. Bukan karena saya ingin menolak atau tidak peduli, tetapi lantaran saya merasa tidak memberikan sesuatu yang begitu berharga atau bernilai. Berharga maksudnya mahal, bernilai maksudnya bermakna. Ya, karena seringkali dalam hati saya berkata "Ah, belinya murah kok" atau "Nggak susah kok dapetnya."
Posted by Adit Purana on December 01, 2014 with 2 comments
"Ayo, ayo.. mampir ya ke standku di Festival Animasi." Saya pribadi menyukai animasi dan komik sejak masih SD, dan itu yang menjadi alasan untuk mengunjungi event-event perkomikan dan peranimasian. Seperti Pekan Komik 2004 di ITB, dan Pasar Komik 3 beberapa bulan silam di Braga. Kali ini ada seorang kawan yang menjadi peserta. Jadi, ada hal lain yang membuat saya ingin datang ke event ini: persahabatan.
Posted by Adit Purana on November 25, 2014 with 4 comments
Pernah membayangkan bagaimana bertemu dengan malaikat maut? Walaupun dalam film-film tertentu beberapa kematian terkesan terhormat, mulia, heroik, dan mengagumkan, -jangankan membayangkan- mendengar cerita tentang bagaimana orang wafat saja rasanya sudah menakutkan. Setidaknya untuk saya. Tetapi mungkin tanpa disadari sebenarnya malaikat kematian itu pernah mendatangi, memandangi wajah saya, dan menunggu detik eksekusi.
Posted by Adit Purana on October 12, 2014 with 2 comments
Dhuha, saya dan Nono menyengajakan diri untuk mampir ke kampus ITB Jatinangor (dulunya kampus Universitas Winaya Mukti) yang konon legendaris karena bangunan tempo dulu disertai cerita mistisnya. Setidaknya itu yang menjadi daya tarik bagi teman saya, sedangkan saya sendiri lebih tertarik untuk mampir ke masjid kampusnya yang katanya sudah dibangun.
Posted by Adit Purana on September 30, 2014 with No comments
Mudah untuk mengatakan, tetapi seringkali sulit untuk dilakukan. Bukan sulit sih, melainkan kerap keburu terbawa emosi dan tidak sadar untuk segera mengendalikan diri. Saya sering kesal oleh tingkah orang lain, baik yang kenal maupun tidak dikenal. Bisa karena salah, bisa pula karena berbeda jalan mikirnya.
Posted by Adit Purana on August 28, 2014 with 6 comments
Sebutlah namanya Ma Entin, seorang penjual nasi kuning di sebuah gang. Pada suatu pagi yang cerah, Yang Maha Berkehendak mempertemukan saya dengan beliau. Saya yang tengah menuju rumah seorang kawan lama, melihat sebuah gerobak biru bertuliskan Nasi Kuning di kacanya. Tetapi bukan itu yang membuat saya tertarik untuk singgah, melainkan beberapa lodor berisi gorengan yang dirasa pas untuk mengisi perut, ditambah sachet-sachet kopi yang tergantung di pinggirnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)