Suatu Ahad. Pagi-pagi sekali saya diminta ibu untuk memetik beberapa helai daun Sukun yang pohonnya ada di sebuah masjid tempat saya biasa menunaikan shalat berjama’ah. Saya sudah familiar dengan masjid tersebut beserta jajaran pengurusnya, karena memang saya aktif di masjid tersebut sebagai salah satu pengurus yang bertanggung jawab pada beberapa program. Jadi cukup familiar dengan keadaan di sana, termasuk tahu apa yang harus dilakukan bila ada keperluan mendadak. Mungkin hal itu pula yang menjadi alasan ibu memilih saya untuk disuruhnya memetik beberapa helai daun Sukun di halaman masjid. Setidaknya karena saya lebih mengerti harus bagaimana teknisnya bila sudah ada di masjid, juga tak sungkan untuk menggunakan beberapa peralatan yang ada di sana.
Posted by Adit Purana on December 17, 2012 with No comments
Berpisah. Siapa yang senang dengan istilah yang satu itu? Rasanya tak ada, kecuali mereka yang dengan sengaja memikirkan perpisahan dengan nasib buruk, kabar duka, atau hal-hal jelek lainnya. Sedangkan saya sendiri, tentu saja tidak menyukainya. Terlebih lagi berpisah dengan orang-orang yang selama ini sudah akrab. Memang tak mengenakkan, namun begitulah kenyataan dalam perjalanan hidup yang mesti dilalui. Yang tersisa hanyalah pesan terakhir: “Keep in touch ya!” Meski jarak terbentang hingga sulit lagi bercengkrama, semoga adanya teknologi dapat melipat jarak hingga jadi lebih singkat. Seperti kata orang terdahulu, “Teknologi membuat jarak menjadi tak berarti.” Semoga saja benar demikian. Karena untuk dapat berkomunikasi secara langsung pun butuh waktu yang tepat.
Posted by Adit Purana on December 12, 2012 with No comments
Ba’da Isya. Saya sedang menikmati lembar demi lembar sebuah
buku, tiba-tiba handphone saya berdering. Ada sebuah SMS, isinya: “Jarkom. Tok
tok tok. Assalamu’alaikum. Sahabat, punya kesan pas kenal sama Nova? Kita bikin
buku yuk buat Nova! Isinya puisi boleh, cerita boleh.. Pekan depan dikumpulin
ya supaya bisa dikadoin ke nova :D” Baiklah. Akhirnya saya putuskan (sesuai
dengan ‘ladang’-nya saya): saya akan menulis cerita, sebuah cathar.Saya tidak begitu ingat kapan pertama kali menemukannya. Yang
jelas saat itu film silat dubbing tentang kerajaan-kerajaan di Indonesia lagi
populernya. Salah satu bintangnya saat itu adalah Jane Wenas, yang memerankan
tokoh putri duyung yang sakti. Karena agak sering menonton film-film beginian,
jadi agak familiar dengan wajah-wajah pemeran. Kadang sampai teringat.
Posted by Adit Purana on December 03, 2012 with No comments
Memberi ya memberi, hanya itu.
Tak perlu ada pengharapan akan balas jasa, tak usah berpikir mereka akan
mengapresiasi. (anonim)
Menjadi panitia qurban menjadi pengalaman tersendiri bagi saya yang
aktif di sebuah masjid dekat rumah. Bisa terus mendapat ilmu baru, bercengkrama
dengan orang-orang, bergaul dengan tetangga, mengembangkan kemampuan,
menyalurkan manfaat untuk ilmu yang sudah dipelajari, dan tentu saja suka-duka
menjalani program kerja atau kegiatan. Khusus untuk event Idul Adha (qurban),
biasanya sepulang dari masjid badan berbau daging dan darah, hujan-hujanan,
lelah pikiran, dll. Beraktivitas penuh dari dini hari hingga malam tentu saja
berkesan, karena sepulangnya langsung terkapar di kamar.
Posted by Adit Purana on November 30, 2012 with No comments
Mungkin
sudah menjadi sebuah pemandangan yang jarang ditemukan melihat Bandung yang
berkabut di pagi hari, sekitar jam 6 sampai jam 7. Terlebih lagi dalam beberapa
tahun terakhir pasca 2004 di mana terjadi peningkatan volume kendaraan yang amat
pesat. Sebagai catatan, sebelum 2004 jalanan di Bandung tak begitu padat selain
di area pusat keramaian seperti Bandung Indah Plaza, Cihampelas, Pasar Baru,
dan Dalem Kaum. Bahkan jalan Cipaganti merupakan salah satu jalan yang
terbilang cukup sepi sehingga kendaraan bisa dipacu dalam kecepatan yang cukup
tinggi.
Posted by Adit Purana on October 31, 2012 with No comments
Tahukah kamu?
Semalam tadi aku menangis
mengingatmu mengenangmu.
Mungkin hatiku terluka dalam,
atau selalu terlukiskan
kenangan kita.
(Audy - Menangis Semalam)
Sepertinya tak salah apabila ada episode atau scene tertentu yang
disukai oleh masing-masing orang. Ada yang menyukai bagian pertengkaran dimana
dua tokoh mengekspresikan emosinya masing-masing, ada penyuka epik petualangan
yang mengeksplor imajinasi, ada penggemar cerita violence yang dipenuhi scene
kekerasan, dan lain-lain. Mungkin selera semacam itulah yang mengantarkan
ketertarikan orang-orang dalam memilih cerita (bacaan atau film) mereka
masing-masing. Secara umum, ada yang menyukai action, drama, thriller, mistery,
komedi, sains-fiction, dan lain-lain. Namun ternyata tidak sesederhana itu,
terkadang selera menuntun pada hal-hal yang lebih detail. Bagi kita penikmat
genre action-petualangan, mungkin film semacam Indiana Jones menjadi genre yang
digemari. Sebagaimana bagi kita yang menyukai genre drama-kehidupan, tipikal
Dorama Jepang menjadi referensi penting.
Posted by Adit Purana on October 11, 2012 with No comments
Daisy-ku yang mungil, apa
kabarnya dirimu?
Saya selalu percaya, setiap orang punya caranya masing-masing dalam
menikmati hidup. Entah itu dengan menelusuri minatnya, melakukan sesuatu yang
menjadi hobi, pergi ke tempat favorit, atau bahkan sekedar menghanyutkan diri
dalam suasana yang ada. Begitu pula dengan saya yang mempunyai cara tersendiri
dalam menikmati hidup. Sebelumnya, saya sendiri mesti mengakui bahwa tak segala
hal berjalan sesuai keinginan. Ada kalanya membosankan, jenuh, tertekan karena
lagi di-warning oleh deadline, dan lain-lain. Kadang begini kadang begitu,
kadang sulit kadang mudah, kadang lega kadang tertekan, kadang sedih kadang
bahagia. Benarlah apa kata iklan: “...karena hidup punya banyak rasa!” atau
“..life is never flat!”
Subscribe to:
Posts (Atom)






