Showing posts with label Persahabatan. Show all posts
Showing posts with label Persahabatan. Show all posts

Sejoli #4: Kenal Lebih Dekat

Suatu hari, dia pernah mengungkapkan keinginannya melihat saya mengenakan setelan batik. Mungkin karena dia bosan melihat saya keseringan mengenakan kemeja flanel kotak-kotak, atau entah kenapa. Jadi saat saya menjadi panitia pernikahan seorang sahabat, saya mengajaknya untuk hadir. Bukan untuk menyaksikan hajatan sahabat saya, melainkan untuk melihat saya mengenakan setelan yang tidak biasa: batik.

Sejoli #3: Perjalanan

Apa yang saya nikmati dari perjalanan? Seringnya saya mendengar orang-orang membicarakan tempat yang mereka tuju. Entah itu tempat wisata, gunung, laut, ataupun perbelanjaan. Kalau membahas trip ke Jogja, yang mereka bahas seputar Malioboro, Tamansari, Keraton, Alun-Alun. Itu mereka.

Sejoli #2: Berteman

Saat kita bisa memandangi lembayung, sambil mereguk secangkir teh hangat dan saling bertukar cerita tentang hidup. Lalu kita bisa tersenyum dan tertawa bersama. Itulah berteman, kata seseorang yang saya kenal.

Membeli Senyuman

"Ayo, ayo.. mampir ya ke standku di Festival Animasi." Saya pribadi menyukai animasi dan komik sejak masih SD, dan itu yang menjadi alasan untuk mengunjungi event-event perkomikan dan peranimasian. Seperti Pekan Komik 2004 di ITB, dan Pasar Komik 3 beberapa bulan silam di Braga. Kali ini ada seorang kawan yang menjadi peserta. Jadi, ada hal lain yang membuat saya ingin datang ke event ini: persahabatan.

Keep Contact

Pagi yang cukup melelahkan. Setelah bermain bola di Salman, ngobrol sejenak bersama beberapa teman sambil beristirahat, saya pun segera pulang sebelum matahari semakin tampak berada di puncak langit. Inginnya sih pulang sebelum suhu udara sepanas siang. Maklum, karena saya naik angkot. Jadi panas cuaca akan sangat terasa.

Untuk Kalian Juga #2

Salah satu aktivitas saya saat dulu kuliah S-1 adalah intensif belajar membaca al-Quran. Karena apa? Jujur saja, karena kemampuan membaca al-Quran saya masih rendah, terutama dalam hal kaidah bacaan dan bunyi (huruf). Jadi salah satu pekerjaan pribadi saya saat itu adalah memperbaiki kualitas bacaan Quran.

Untuk Kalian Juga

Selepas shalat maghrib, seorang kawan mengajak makan bersama. Saya mengiyakan saja, karena toh memang belum makan. Beberapa kawan yang lain pun sepertinya belum makan. Mau makan di mana? Biasanya yang menentukan adalah yang mengajak. "Di lapak seafood yang di sono aja yuk!" Katanya sambil menunjuk ke sebuah arah. Saya mengiyakan, sedangkan beberapa kawan yang lain ngikut-ngikut saja. Akhirnya, kami berdelapan jalan kaki menuju tempat yang dimaksud.

Curhat, Berterus Terang, dan Pertemanan

"Adiiiiiittt..."
"Yooow.. naon euy?"
"Sini lah! Aku mau curhat, ih."
"Beuli tuh di warung! Teu dagang curhat urang mah."

When Someone Being Nothing

Jarum jam telah menunjukkan pukul 15.21, dan langit tampak lebih bersahabat setelah tadi siang mendung dan deras hujan mengguyur Kota Bandung. Cuaca yang masih dingin, hawa yang masih agak lembab, jalanan yang masih basah, dan tentunya udara yang sejuk mengembalikan cita rasa Bandung menjadi seperti saat dekade 90-an. Sejuk. Suasana yang biasa menemani acara ngopi.

FRUIT BASKET: Manis Pahit Tulusnya Persahabatan

Tohru Honda, seorang gadis SMA yang hidup seorang diri sepeninggal wafat ibunya. Awalnya Tohru hendak tinggal bersama kakeknya, tetapi karena rumah kakeknya tengah direnovasi dan sang kakek menumpang tinggal bersama anak dan menantunya, Tohru pun memilih untuk tinggal sendiri, mandiri, tanpa membebani orang lain.

Mengulang Kenangan: SMP

Berawal dari rencana mengadakan kopdar kecil-kecilan bersama teman-teman alumni SMP angkatan 2001, kami berniat untuk kumpul di rumah salah seorang teman yang letaknya sekitaran Bandara Andir. Rumahnya Ableh. Awalnya ada rasa was-was karena saya sendiri (juga teman) ragu apakah rumahnya bisa cukup untuk menampung mereka yang hadir kopdar. Intinya, ada rasa pesimis yang menyelimuti batin. Hingga akhirnya 1 hari sebelum hari H (Sabtu), dapat kabar bahwa acara kopdarnya diundur dan dijadwal ulang.

Menanyakan Kebahagiaan

"Lama kita nggak ketemu. Gimana kabar?"
"Baik. Iya, udah lama banget. Kamu gimana?"
"Kayak yang kamu lihat sekarang."
"Kayaknya kamu bahagia dengan kehidupanmu yang sekarang."
"Hmm.."

Bersilaturahim dengan Mas Nur

Nashrul Amri, ternyata itulah nama asli dan lengkapnya. Saya baru saja mengetahui nama aslinya justru setelah lama lulus dari SMP, tempat beliau bekerja sebagai penjaga sekolah. Dulu, saya mengetahui namanya dari guru-guru yang memanggilnya. "Mas Nur" begitulah beliau biasa dipanggil. Karena panggilan itu pula saya mengira namanya adalah Nurdin, Syahnur, atau apapun itu yang ada tiga huruf (N-U-R) berjejer secara berurutan.

Arti Kehilangan

Anehnya manusia. Seringkali menyadari berharganya sesuatu justru saat sudah kehilangannya. Ketika waktu sudah berlalu begitu saja tanpa menjadikannya sebagai momen-momen terbaik, ada saja keluhan "Seandainya saja dulu aku bla bla bla". Saat punya ponsel yang harganya cuma 200 ribuan raib di suatu tempat umum, sesak hati bukan kepalang karena ponsel tersebut menyimpan catatan-catatan penting dan nomor kontak orang-orang yang penting. Atau kehilangan orang yang bermakna dalam hidup, tentu saja nyesek di hati. Ketiganya saya pernah mengalami. Tapi bukan itu yang ingin saya tulis di sini. Saya lebih tertarik untuk 'mengukur' makna di balik kehilangan.