Suatu hari, dia pernah mengungkapkan keinginannya melihat saya mengenakan setelan batik. Mungkin karena dia bosan melihat saya keseringan mengenakan kemeja flanel kotak-kotak, atau entah kenapa. Jadi saat saya menjadi panitia pernikahan seorang sahabat, saya mengajaknya untuk hadir. Bukan untuk menyaksikan hajatan sahabat saya, melainkan untuk melihat saya mengenakan setelan yang tidak biasa: batik.
Showing posts with label Persahabatan. Show all posts
Showing posts with label Persahabatan. Show all posts
Posted by Adit Purana on February 08, 2019 with 2 comments
Apa yang saya nikmati dari perjalanan? Seringnya saya mendengar orang-orang membicarakan tempat yang mereka tuju. Entah itu tempat wisata, gunung, laut, ataupun perbelanjaan. Kalau membahas trip ke Jogja, yang mereka bahas seputar Malioboro, Tamansari, Keraton, Alun-Alun. Itu mereka.
Posted by Adit Pur on February 06, 2019 with No comments
Saat kita bisa memandangi lembayung, sambil mereguk secangkir teh hangat dan saling bertukar cerita tentang hidup. Lalu kita bisa tersenyum dan tertawa bersama. Itulah berteman, kata seseorang yang saya kenal.
Posted by Adit Purana on December 01, 2014 with 2 comments
"Ayo, ayo.. mampir ya ke standku di Festival Animasi." Saya pribadi menyukai animasi dan komik sejak masih SD, dan itu yang menjadi alasan untuk mengunjungi event-event perkomikan dan peranimasian. Seperti Pekan Komik 2004 di ITB, dan Pasar Komik 3 beberapa bulan silam di Braga. Kali ini ada seorang kawan yang menjadi peserta. Jadi, ada hal lain yang membuat saya ingin datang ke event ini: persahabatan.
Posted by Adit Purana on May 12, 2014 with 2 comments
Pagi yang cukup melelahkan. Setelah bermain bola di Salman, ngobrol sejenak bersama beberapa teman sambil beristirahat, saya pun segera pulang sebelum matahari semakin tampak berada di puncak langit. Inginnya sih pulang sebelum suhu udara sepanas siang. Maklum, karena saya naik angkot. Jadi panas cuaca akan sangat terasa.
Posted by Adit Purana on March 03, 2014 with 2 comments
Salah satu aktivitas saya saat dulu kuliah S-1 adalah intensif belajar membaca al-Quran. Karena apa? Jujur saja, karena kemampuan membaca al-Quran saya masih rendah, terutama dalam hal kaidah bacaan dan bunyi (huruf). Jadi salah satu pekerjaan pribadi saya saat itu adalah memperbaiki kualitas bacaan Quran.
Posted by Adit Purana on March 01, 2014 with 6 comments
Selepas shalat maghrib, seorang kawan mengajak makan bersama. Saya mengiyakan saja, karena toh memang belum makan. Beberapa kawan yang lain pun sepertinya belum makan. Mau makan di mana? Biasanya yang menentukan adalah yang mengajak. "Di lapak seafood yang di sono aja yuk!" Katanya sambil menunjuk ke sebuah arah. Saya mengiyakan, sedangkan beberapa kawan yang lain ngikut-ngikut saja. Akhirnya, kami berdelapan jalan kaki menuju tempat yang dimaksud.
Posted by Adit Purana on November 22, 2013 with 4 comments
"Adiiiiiittt..."
"Yooow.. naon euy?"
"Sini lah! Aku mau curhat, ih."
"Beuli tuh di warung! Teu dagang curhat urang mah."
"Yooow.. naon euy?"
"Sini lah! Aku mau curhat, ih."
"Beuli tuh di warung! Teu dagang curhat urang mah."
Posted by Adit Purana on October 28, 2013 with No comments
Jarum jam telah menunjukkan pukul 15.21, dan langit tampak lebih bersahabat setelah tadi siang mendung dan deras hujan mengguyur Kota Bandung. Cuaca yang masih dingin, hawa yang masih agak lembab, jalanan yang masih basah, dan tentunya udara yang sejuk mengembalikan cita rasa Bandung menjadi seperti saat dekade 90-an. Sejuk. Suasana yang biasa menemani acara ngopi.
Posted by Adit Purana on October 10, 2013 with 2 comments
Tohru Honda, seorang gadis SMA yang hidup seorang diri sepeninggal wafat ibunya. Awalnya Tohru hendak tinggal bersama kakeknya, tetapi karena rumah kakeknya tengah direnovasi dan sang kakek menumpang tinggal bersama anak dan menantunya, Tohru pun memilih untuk tinggal sendiri, mandiri, tanpa membebani orang lain.
Posted by Adit Purana on October 01, 2013 with 1 comment
Berawal dari rencana mengadakan kopdar kecil-kecilan bersama teman-teman alumni SMP angkatan 2001, kami berniat untuk kumpul di rumah salah seorang teman yang letaknya sekitaran Bandara Andir. Rumahnya Ableh. Awalnya ada rasa was-was karena saya sendiri (juga teman) ragu apakah rumahnya bisa cukup untuk menampung mereka yang hadir kopdar. Intinya, ada rasa pesimis yang menyelimuti batin. Hingga akhirnya 1 hari sebelum hari H (Sabtu), dapat kabar bahwa acara kopdarnya diundur dan dijadwal ulang.
Posted by Adit Purana on September 14, 2013 with No comments
"Lama kita nggak ketemu. Gimana kabar?"
"Baik. Iya, udah lama banget. Kamu gimana?"
"Kayak yang kamu lihat sekarang."
"Kayaknya kamu bahagia dengan kehidupanmu yang sekarang."
"Hmm.."
"Baik. Iya, udah lama banget. Kamu gimana?"
"Kayak yang kamu lihat sekarang."
"Kayaknya kamu bahagia dengan kehidupanmu yang sekarang."
"Hmm.."
Posted by Adit Purana on July 11, 2013 with 4 comments
Nashrul Amri, ternyata itulah nama asli dan lengkapnya. Saya baru saja mengetahui nama aslinya justru setelah lama lulus dari SMP, tempat beliau bekerja sebagai penjaga sekolah. Dulu, saya mengetahui namanya dari guru-guru yang memanggilnya. "Mas Nur" begitulah beliau biasa dipanggil. Karena panggilan itu pula saya mengira namanya adalah Nurdin, Syahnur, atau apapun itu yang ada tiga huruf (N-U-R) berjejer secara berurutan.
Posted by Adit Purana on July 04, 2013 with No comments
Anehnya manusia. Seringkali menyadari berharganya sesuatu justru saat sudah kehilangannya. Ketika waktu sudah berlalu begitu saja tanpa menjadikannya sebagai momen-momen terbaik, ada saja keluhan "Seandainya saja dulu aku bla bla bla". Saat punya ponsel yang harganya cuma 200 ribuan raib di suatu tempat umum, sesak hati bukan kepalang karena ponsel tersebut menyimpan catatan-catatan penting dan nomor kontak orang-orang yang penting. Atau kehilangan orang yang bermakna dalam hidup, tentu saja nyesek di hati. Ketiganya saya pernah mengalami. Tapi bukan itu yang ingin saya tulis di sini. Saya lebih tertarik untuk 'mengukur' makna di balik kehilangan.
Subscribe to:
Posts (Atom)