Menghidupkan Hidup

Tersadar saat memperhatikan tingkah beberapa teman yang bisa secara tiba-tiba jadi ceria, ekspresif, dan maceuh. Rasanya ada kesan yang lain saat melihat mereka tiba-tiba begitu. Yang asalnya murung menjadi ceria, yang asalnya pasif menjadi aktif, yang pendiam menjadi maceuh, dan yang datar-datar menjadi ekspresif. Saat-saat begitu, rasanya kehidupan mereka menjadi lebih berdenyut.

Sepanjang bertemu dengan berbagai orang, saya melihat ada hal-hal yang bisa membuat orang menjadi lebih hidup. Terutama hal kesukaan, dan orang yang bisa mengerti tentang apa yang disukai.

"Hey, kenapa senyum-senyum sendiri?"
"Emang gak boleh?"
"Ya boleh, dan akan selalu boleh."
"Heheheheeee.. Ahihihihi.."
"Tuhh.. malah ketawa. Kayak yang bahagia amat."
"Uuuuhh.. bangeeeettt!"

Saya bengong melihatnya yang cengengesan sendiri seperti itu. Sedikit-sedikit ketawa, setelah senyum lebarnya tak lagi sanggup menahan dorongan batinnya. Dia pun mengepalkan tangannya seolah-olah menjadi pemenang, sambil beteriak lepas "Yeeeeeeaaa.." Seperti orang yang merdeka, mendapatkan tempat untuk pelampiasan perasaan, terlepas dari segala beban. Sedangkan saya? Jadi semakin bengong.

Ya, merdeka. Karena saat bersama saya, dia punya tempat untuk meluapkan sisi kekanak-kanakannya. Sebuah sisi darinya yang tidak diharapkan oleh orang lain. Bisa dimengerti, perannya di antara teman-temannya membuat dia dituntut untuk menjadi sosok dewasa. Mungkin bagi dia, bisa meluapkan sisi dalam dirinya yang sulit diterima oleh orang lain adalah sebuah kemerdekaan. Merdeka karena bisa bebas mengekspresikan sisi kekanak-kanakannya tanpa takut merasa ditolak, bahkan diterima tanpa syarat.


Ah, apapun itu. Semenjak dia menemukan tempat untuk bisa meluapkan sisi kekanak-kanakannya, Hidupnya menjadi lebih hidup. Seolah-olah nyawanya bertambah jadi tiga, pupilnya membesar seperti yang melotot. Seperti Mi Ho yang diajak makan daging sapi di kedai, atau Kugi yang dibuatkan ilustrasi dan diajak ke pantai.

Bagaimana dengan yang lainnya? Masih ada cerita lain dari orang yang berbeda. Saya yang suka main bola merasakan betul arti dari seorang partner di lapangan. Bermain dengan orang yang tepat ternyata memudahkan saya untuk mencapai top form, dan hal yang sama pun dirasakan oleh salah seorang partner. Saya tidak menanyakan bagaimana yang dia rasakan, tapi jelas terlihat dari performanya. Dia yang seorang penyerang menjadi lebih produktif dari biasanya. Lebih trengginas, lebih eksplosif, lebih taktis. Pendek kalimat, saya bisa melihat dia yang sedang on fire.

Saat berada satu tim dengan partner yang tepat, saya merasa lebih hidup. Rasanya seluruh kemampuan saya bisa dikeluarkan dengan begitu lepasnya. Menang atau kalah, itu hal lain. Tapi bagian yang paling penting adalah saya puas dengan performa di lapangan.

Keesokannya, saya baca status Fb-nya dia: "Puas banget maen dengan mereka. Lagi top form. Maennya efektif, umpan2nya taktis."

Ada lagi cerita lainnya. Tentang forum di sebuah rumah. Saat itu kami sedang ngumpul untuk rapat organisasi. Tapi dasar sayanya saja yang tidak bisa diam tak tahan untuk bercanda, maka acara rapat pun malah jadi seperti bodoran. Alhasil, ruang tengah pun malah jadi ricuh karena tawa orang-orang yang menghadiri rapat. Ah, saya harus minta maaf karena gara-gara saya rapatnya jadi kurang efektif.

Meski begitu, saya tetap puas dengan rapat itu. Karena rasanya forum kecil itu jadi lebih hidup. Sebagaimana sebuah kota yang tampak hidup karena hiruk-pikuknya. Sepertinya kita yang manusia pun demikian, terasa lebih hidup bila ada hiruk-pikuknya.

Beberapa ulasan cerita lama itu membuat saya sadar, bahwa ternyata ada orang tertentu yang bisa membuat saya menjadi lebih hidup. Sama halnya dengan orang lain, ada orang tertentu yang bisa membuat mereka menjadi lebih hidup.

Anda? Mungkin Anda sudah tahu siapa orangnya, atau sedang mencari orangnya.

-When You are beside him/her, you don't have to be affraid of what you are.-

Saat kita merasa lebih bersemangat, Saat kita merasa lebih lepas, Saat kita merasa tak lagi takut dan malu menampilkan sisi lain diri sendiri, bisa jadi orang itu sudah kita temukan.


Kita menghabiskan saat-saat bersamanya, dan sesekali saat menengok ke belakang, kita tersadar telah melakukan hal yang mengagumkan.

10 Syawal 1434

No comments:

Post a Comment