Ke Tanah Suci #5: Akhir di Madinah

Rombongan kami tidak begitu lama di Madinah, hanya 3 hari 3 malam. Pagi sekali, jam 6, rombongan dijadwalkan mengunjungi beberapa tempat bersejarah di Madinah, seperti Masjid Quba, Masjid Qiblatain, Jabal Uhud, dan al-Khandaq. Selain tempat bersejarah, rombongan juga mengunjungi kebun kurma yang katanya gratis mengambil bila sedang musim panen. Tapi sayangnya, saya datang bukan saat musim panen.

Ke Tanah Suci #4: Raudhah

Salah satu sisi lain dari Masjid Nabawi adalah kisah-kisah unik yang mencengangkan dari orang-orang yang pernah mengunjungi masjid nabi ini. Ternyata ada saja kisah-kisah yang tidak terduga, bahkan di luar akal manusia. Di Masjid Nabawi, orang bengal sekalipun bahkan bisa menangis seperti anak kecil. Saya yang sebenarnya tak begitu tahan shalat berlama-lama, kenyataannya di masjid nabi ini bisa berjam-jam berada di dalam untuk sekedar shalat dan berdo'a. Setiap harinya, jama'ah umrah bisa datang ke masjid sekitar jam 1 dan pulang sekitar jam setengah 6.

Yang Biasa-Biasa Saja

2001, saya baru masuk SMA. Pada masa yang sama, di kota kami telepon seluler (ponsel) atau handphone (hape) adalah barang yang belum familiar bagi masyarakat. Terlebih lagi untuk saya yang baru saja lulus SMP. Demikian pula dengan teman-teman sebaya, kebanyakan dari mereka belum familiar. Seringkali saat punya kesempatan memegang hape, kami bertanya-tanya: "Ini cara pakainya gimana?"

Curhat, Berterus Terang, dan Pertemanan

"Adiiiiiittt..."
"Yooow.. naon euy?"
"Sini lah! Aku mau curhat, ih."
"Beuli tuh di warung! Teu dagang curhat urang mah."

Tarik Mang!

Pagi yang hangat. Benar-benar hangat setelah dua hari sebelumnya dilanda hujan dan suhu yang dingin. Meski kemarin cuacanya cerah seharian, jejalanan di dekat rumah tampak menunjukkan bekas-bekas basah, tanda masih ada sisa-sisa hujan. Atau mungkin Cijerah memang hujan kemarin siang atau sorenya.

Imamlah yang Semestinya Mengerti

Malam yang cerah, tanpa rintik-rintik air maupun langit yang mendung. Pengeras suara di masjid tidak lagi terdengar membahanakan suara imam yang memimpin shalat tarawih. Pertanda di masjid yang hendak saya singgahi itu shalat tarawih berjama'ahnya baru selesai. Karena sudah selesai, saya pun akhirnya memutuskan untuk singgah di sebuah warung yang letaknya tepat di sebelah masjid.

Neng, Bebersih Bandung Yuk!

Do You love your town?”
Yap, sure.”
Then, do something for it!

Menjelang pagi, tanggal 27 Oktober 2013. Adalah hari Minggu, sebuah hari yang semenjak beberapa tahun terakhir identik dengan aktivitas bersama di Kota Bandung. Mulai dari olahraga bersama, liburan bersama, nongkrong bersama, pengajian bersama, hingga belanja bersama. Bisa dikatakan, Bandung menjadi lebih ramai saat akhir pekan tiba. Beberapa tempat yang menjadi jantung kota seolah lebih berdenyut, yang menandakan bahwa tempat itu lebih hidup.