Menanyakan Kebahagiaan

"Lama kita nggak ketemu. Gimana kabar?"
"Baik. Iya, udah lama banget. Kamu gimana?"
"Kayak yang kamu lihat sekarang."
"Kayaknya kamu bahagia dengan kehidupanmu yang sekarang."
"Hmm.."


Kadang saya agak takut untuk bertanya, "Apa Kamu bahagia?" Sepintas tidak menyeramkan, karena memang tak ada sesuatu dari obrolan ini yang membahayakan jiwa dan raga. Hanya saja terkadang saya merasa tidak siap bila dia (orang yang saya tanya) bertanya balik "Kalau saya nggak bahagia, apa Kamu bisa ngebahagiain saya?"

Dahulu kala, saya pernah beberapa kali bertanya pada beberapa teman. "Kamu bahagia?" Mereka punya jawaban yang berbeda-beda, dan banyaknya menjawab kalau mereka bahagia. Itu jawaban yang melegakan hati saya. Setidaknya karena mereka sedang bahagia saat saya bertanya begitu, dan saya tidak ditanya apakah bisa membahagiakannya atau tidak.



Just a kind moment for asking some private things

Saya masih selamat, karena bila ditanya balik "Kalau saya nggak bahagia, apa Kamu bisa ngebahagiain saya?", saya sendiri akan kebingungan. Tapi yang jelas, saya tak berani bertanya tentang hal ini bila mereka tidak betah berada di dekat saya.

2 Dzulqaidah 1434

No comments:

Post a Comment