Mencari Jawaban

Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu lakukan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. (Q.S. ash-Shaff 2-3).

Awalnya saya tidak memahami apa maksud dari ayat ini. Utamanya, tentang mengapa ‘sindiran’ pada ayat ini ditujukan pada orang-orang yang beriman? Padahal biasanya ancaman atau sindiran semacam ini ditujukan pada orang-orang yang kafir, fasik, dzalim, dan sejenisnya. Sampai akhirnya -atas seizin-Nya- rentetan kejadian memberikan jawaban atas rasa penasaran saya ini.

Bedanya 2 Masa

"Beda antara ngajar ikhwan dengan akhwat. Terutama yang akhwat, akhwat yang masih muda -di bawah 30 tahun- berbeda jauh dengan yang sudah berumur/ibu-ibu. Kalau akhwat yang masih muda, pada jaim. Nah, kalau yang ibu-ibu justru sebaliknya. Heureuy wae!" begitulah kata pengajar tahsin saat beliau menceritakan pengalamannya selama mengajar. Beliau memang banyak berbagi pengalaman seputar 'mengajar' pada kami. Maklum, beliau pernah bilang bahwa hampir semua peserta tahsin -terutama yang ikhwan- adalah orang-orang yang punya kepentingan buat ngajar.

Sayanya atau Kampusnya?

Entah saya yang kontroversial, atau memang kampus ini yang aneh?

Akhir-akhir ini pertanyaan itu selalu terngiang-ngiang, dan saya tak habis pikir untuk mencari jawabannya. Beberapa tahun yang lalu, di kampus ini saya mengalami pengalaman yang aneh. Setidaknya bagi saya pribadi itu adalah aneh, janggal.

Selalu Ada Cerita di Balik Kisah

Saat wawancara pada seleksi masuk magister, ada yang berkomentar “Wah, baru lulus sudah daftar lagi...” saya yang mendengarnya pun hanya membalas, “Yah, kurang lebih begitulah.” Mungkin dalam pikirannya, biasanya yang nerusin kuliah itu orang yang sebelumnya telah bekerja selepas lulus S-1. Memangnya aneh kalau seseorang yang baru lulus S-1, lalu beberapa bulan kemudian keterima kuliah S-2 di PTN?

Istimewanya Jum'at

Hari Jum'at rasanya istimewa bila dibandingkan dengan hari-hari lainnya. Kalau buat saya sih demikian, tak tahu kalau menurut orang lain.

Akhir-akhir ini, saya seringkali shalat jum'at di masjid Nurul Jamil, sebuah masjid yang ada di daerah Dago atas. Letaknya tak jauh dari Dago Tea House. Tepatnya di sebuah area perumahan. Masjid ini punya halaman yang lumayan luas, dan sebagiannya adalah tempat parkir kendaraan.

Saya Malu

Siang ini rasanya amat melelahkan. Kepala pening, badan terasa pegal-pegal, dan kaki terasa gempor. Tadi pagi kuliah, sebelumnya saya tidur jam 4 sebelum shubuh, dan sebelum itu saya begadang untuk menyelesaikan pekerjaan. Kemarin, dari pagi saya tidak tidur karena memang sedang ada banyak kerjaan. Siang ini saya juga tidak tidur, sampai akhirnya pulang dan tiba di rumah jam 9 malam.

Tak Seharusnya Bapak Mengucapkan "Selamat" pada Saya

Memoar beberapa tahun yang lalu. Pekan pertama Ramadhan 1428 H. Sebuah malam yang dingin di Kota Bandung. Tepatnya ba'da tarawih, seorang bapak jamaah di masjid, mendatangi saya -yang saat itu dipercaya menjadi ketua Panitia Pelaksana Program Ramadhan (P3R)- sembari mengucapkan selamat atas keberjalanan kegiatan Ramadhan. "Selamat ya! sukses." Begitu katanya. Saya yang masih terheran hanya tergugup menjawab, "I..iya..Pak. Makasih. Do'ain aja moga lancar."