Mengeluh. Kira-kira itulah yang bisa saya simpulkan dari kebanyakan orang yang curhat. Walau sebenarnya saya sendiri terkadang masih suka mengeluh. Tapi setidaknya, selalu saja ada keluhan saat kita menceritakan masalah. Entah itu orang lain, maupun saya sendiri. Sejauh ini sih begitu. Kalau bukan keluhan, tidak akan jauh dari kesan-kesan yang bernada negatif lah. Jarang ada orang yang sabar menghadapi masalah.
Posted by Adit Purana on November 11, 2010 with No comments
Hari masih siang. Terik matahari masih menyoroti jalanan di kota ini. Tak terkecuali saya yang tengah melangkahkan kaki menyusuri jalanan. Di sebuah tempat, tampak ada orang-orang tengah berkumpul, berkerumun. Sesuatu yang seketika itu membuat saya penasaran. Ada apa ya? Rasa penasaran ini menuntun saya untuk menghampiri kerumunan itu, dan melihat apa yang terjadi. Ternyata, ada pertunjukan doger monyet. Pantas banyak anak-anak dan ibu-ibu. Anak-anak sepertinya senang dengan pertunjukan ini. Terlihat dari wajah mereka yang sumringah. Sementara ibu-ibu tengah menjaga anak-anaknya. Bagi para ibu, sekalian ngasuh anak juga. Setidaknya, doger monyet bisa mengalihkan perhatian anak-anak, dan itu bisa membuat ibu-ibu sedikit istirahat dari ulah anak-anak mereka yang bandel, tak mau diam, dan tentunya melelahkan. Tak aneh bila ibu-ibu sudi memberi selembar-dua lembar uang 1000-an pada tukang doger monyet ini.
Posted by Adit Purana on November 11, 2010 with No comments
Aneh. Mungkin itulah yang tepat untuk menggambarkan keadaan di kampus saya ini. Saya kuliah di Universitas Pendidikan Indonesia, reinkarnasi dari IKIP Bandung. Sebuah perguruan tinggi negeri (PTN) di Bandung, favorit ketiga setelah ITB dan Unpad.
Posted by Adit Purana on October 11, 2010 with No comments
“Sebagai ketua, kita memang berhak nyuruh-nyuruh staf, atau minta mereka melakukan sesuatu. Tapi itu bukan berarti kita bisa seenaknya. Kurang ajar bener kalau kita menuntut hak kita sebagai ketua, tapi nggak ngasiin hak-hak mereka.”
Akhir-akhir ini obrolan itu hampir selalu terngiang-ngiang. Terlebih lagi karena beberapa bulan terakhir obrolan dengan Teteh saya, yang isi obrolannya agak serupa.
“Dit, udah punya calon?”
Akhir-akhir ini obrolan itu hampir selalu terngiang-ngiang. Terlebih lagi karena beberapa bulan terakhir obrolan dengan Teteh saya, yang isi obrolannya agak serupa.
“Dit, udah punya calon?”
Posted by Adit Purana on October 11, 2010 with No comments
Sore yang cerah, dan hari yang melelahkan. Setelah seharian bekerja, berbaring di kasur akan terasa nikmat. Tapi sore ini ada yang harus kulakukan, menjemput adek di sekolah. Seperti biasa, usai menyimpan tas kerja di kamar, dengan masih mengenakan kemeja yang lengannya digulung, langsung saja kususuri jalan menuju sebuah SD yang jaraknya tak begitu jauh dari rumah kami. Tempat dimana adek sekolah.
Ina Hayuning Kemalawati, itulah nama adek. Coba kutebak, jam segini dia pasti lagi main jungkit-jungkitan di sekolah.
Ina Hayuning Kemalawati, itulah nama adek. Coba kutebak, jam segini dia pasti lagi main jungkit-jungkitan di sekolah.
Posted by Adit Purana on August 16, 2010 with No comments
Entah takdir apa yang disimpan-Nya pada hari ini. Sebuah hari berkumpulnya beberapa orang untuk saling bertemu setelah sekian lama berpisah. Siang ini memang cerah, meski kemarin-kemarin sore langit mengguyurkan gerimis. Sama sekali tak ada prasangka apa-apa tentang hari ini, sampai akhirnya di sebuah sudut ruangan, seorang teman lama menyapa.
“Adit!” Suara yang rasanya dulu pernah familiar, dan itu membuat saya menoleh sembari agak kaget. Tya (sebutlah namanya begitu), dia menyapa saya dari belakang. Ternyata dia juga datang ke pertemuan ini.
Posted by Adit Purana on August 16, 2010 with No comments
Rasanya rambut ini sudah cukup panjang, dan sudah waktunya untuk dicukur. Mumpung lagi ada uang, dan tak ada agenda yang menyita waktu. Sekarang baru jam 10, mumpung langit masih cerah, belum hujan. Langit Bandung bagian Timur tampak mendung, mungkin beberapa jam kemudian di sini akan hujan. Sama seperti kemarin siang. Nampaknya ini waktu yang tepat untuk cukur rambut.
Subscribe to:
Posts (Atom)